Kenapa Banyak Manhwa yang Tidak Diadaptasi Jadi Anime? Ini Alasan Utamanya!

Table of Contents
Nano Machine MC

Regamen.net - Kalian pasti pernah merasakan itu, kan? Buka aplikasi Webtoon, scroll-scroll, lalu nemu manhwa dengan cerita super keren, karakter yang bikin jatuh hati, dan visual full color yang bikin mata nggak bisa berhenti. Tapi pas cari “anime-nya kapan rilis?”, eh jawabannya cuma angin lalu. Solo Leveling sih akhirnya kebagian jatah anime dan langsung meledak, tapi kok manhwa lain kayak Omniscient Reader atau The Greatest Estate Developer masih betah di platform digital aja? Pertanyaan klasik yang sering muncul di kalangan penggemar: kenapa banyak manhwa yang tidak diadaptasi jadi anime padahal potensinya gede banget?

Saya sendiri penggemar berat manhwa sejak era Tower of God dan God of High School pertama kali muncul. Dulu sempat excited banget pas dengar bakal ada adaptasi anime, tapi hasilnya... ya ampun, pacing-nya cepet banget, animasinya kurang nendang. Sejak itu saya mulai paham, ada banyak faktor di balik layar yang bikin manhwa susah “naik kelas” ke anime. Di artikel ini, kita kupas tuntas alasannya, sambil ngobrolin contoh-contoh manhwa yang masih nunggu giliran, yang sudah sukses, dan prediksi ke depan. Siap? Yuk langsung masuk!

Apa Itu Manhwa dan Bedanya dengan Manga?

Sebelum ngomongin kenapa jarang diadaptasi, kita samain dulu pengertiannya. Manhwa itu komik asal Korea Selatan, kebanyakan digital di platform kayak Naver Webtoon atau KakaoPage. Formatnya vertikal scrolling, full color, dan sering update mingguan. Beda banget sama manga yang biasanya hitam-putih, baca dari kanan ke kiri, dan terbit di majalah seperti Shonen Jump.

Kenapa manhwa lagi naik daun? Karena aksesnya gampang. Buka hp, download app Webtoon, langsung bisa baca ratusan judul gratis dengan terjemahan multibahasa. Menurut data pasar webtoon global, pembacanya sudah tembus ratusan juta, terutama di luar Asia. Tapi meskipun populer, jalan menuju layar anime masih terjal. Menurut saya pribadi, kelebihan manhwa justru jadi “kendala” tersendiri — nanti kita bahas lebih dalam.

Alasan Utama Kenapa Banyak Manhwa Jarang Diadaptasi Jadi Anime

Sung Jinwoo in Solo Leveling

Ini bagian inti yang bikin banyak orang penasaran. Saya rangkum dari pengamatan bertahun-tahun sebagai penggemar plus riset terkini sampai awal 2026. Ada beberapa faktor besar yang saling berkaitan.

Dominasi Industri Anime Jepang

Anime itu industri raksasa di Jepang. Studio-studio besar kayak A-1 Pictures, MAPPA, atau Ufotable punya pipeline matang untuk adaptasi manga dan light novel lokal. Pasar domestik Jepang sudah cukup besar buat balik modal, jadi risiko adaptasi karya asing jadi lebih tinggi. Manhwa, meskipun populer secara global, masih dianggap “luar” oleh produser Jepang.

Bayangin aja, tiap tahun ada ratusan manga baru yang antri diadaptasi. Manhwa harus bersaing ketat, dan hanya yang benar-benar viral global yang dilirik. Solo Leveling berhasil karena hype-nya sudah gila-gilaan bahkan sebelum anime diumumkan.

Biaya Produksi Tinggi dan Risiko Besar

Bikin anime itu mahal banget, bro. Satu season bisa makan ratusan juta yen. Manhwa biasanya full color dengan detail efek visual yang rumit — bayangin shadow monster di Solo Leveling atau ledakan skill di Tower of God. Kalau dianimasikan setengah-setengah, langsung kena kritik fans.

Beberapa adaptasi awal manhwa seperti God of High School atau Noblesse memang dapat kritik pedas karena pacing terlalu cepat dan animasi kurang memuaskan. Akibatnya, investor jadi ragu-ragu. Saya ingat banget waktu nonton Tower of God dulu — ceritanya keren, tapi animasinya terasa “datar” dibanding ekspektasi dari webtoon full color.

Strategi Korea Lebih Condong ke Live-Action Drama

Ini poin yang sering dilupain orang. Korea Selatan punya industri hiburan yang super kuat lewat K-drama dan film. Manhwa lebih sering diadaptasi jadi drama live-action karena lebih murah, lebih cepat produksi, dan pasar globalnya sudah terbuka lebar via Netflix.

Contohnya banyak: True Beauty, Itaewon Class, Sweet Home, All of Us Are Dead, What’s Wrong with Secretary Kim — semuanya dari manhwa/webtoon dan sukses besar. Menurut saya, ini strategi cerdas. Drama bisa menonjolkan aktor idola, OST catchy, dan emosi yang lebih “nyata”. Anime? Masih jadi wilayah Jepang.

Studio animasi Korea sendiri masih berkembang. Kalau manhwa diadaptasi anime, seringkali tetap dikerjakan studio Jepang atau kolaborasi, yang bikin proses lebih rumit.

Masalah Hak Cipta dan Negosiasi Lintas Negara

Platform seperti Naver Webtoon punya kontrak ketat dengan creator. Lisensi untuk adaptasi anime harus nego panjang, apalagi kalau melibatkan perusahaan Jepang. Ada faktor sejarah dan bisnis yang kadang bikin suasana kurang kondusif. Belum lagi royalti yang harus dibagi-bagi.

Format Webtoon yang Sulit Diterjemahkan ke Anime

Manhwa dibuat untuk scrolling vertikal. Banyak panel panjang dengan efek transisi halus. Kalau dipindah ke format anime horizontal 16:9, harus di-rearrange total. Belum lagi efek digital seperti glow atau particle yang murah di webtoon, tapi mahal di animasi tradisional.

Contoh Manhwa Populer yang Masih Belum Punya Anime (Per 2026)

Meski tren mulai membaik, masih banyak manhwa top yang cuma bisa kita nikmati di webtoon. Beberapa di antaranya:

  • Omniscient Reader’s Viewpoint — Cerita isekai meta yang brilian, sudah lama diumumkan bakal ada adaptasi, tapi sampai awal 2026 masih belum kelihatan batang hidungnya.
  • The Greatest Estate Developer — Komedi isekai yang lucu banget, visualnya cakep, tapi belum ada kabar anime.
  • Wind Breaker — Balap sepeda dengan aksi keren, ada versi live-action, tapi anime belum.
  • Eleceed — Meski sudah diumumkan untuk 2026, prosesnya lama banget.
  • Viral Hit / How to Fight — Aksi YouTuber, hype besar tapi masih nunggu.
  • Lookism — Ada versi Netflix animasi China, tapi bukan anime Jepang tradisional.

Saya pribadi paling pengen The Greatest Estate Developer dianimasikan — bayangin ekspresi Lloyd yang kocak itu hidup!

Manhwa yang Sukses Diadaptasi Anime dan Pelajarannya

Yuri Zahard - Tower of god

Yang berhasil biasanya punya budget besar dan studio top:

  • Solo Leveling — Sukses luar biasa, season 2 sudah rilis dan langsung trending.
  • Tower of God — Season 1 kontroversial, tapi tetap buka jalan.
  • God of High School — Aksi keren tapi pacing dikritik.
  • Noblesse — Animasi lumayan, tapi kurang hype.

Pelajaran? Butuh studio yang paham materi dan budget yang cukup. Solo Leveling jadi bukti kalau dikerjakan serius, hasilnya bisa ngalahin banyak anime Jepang.

Tren Masa Depan: Lebih Banyak Manhwa ke Anime?

Kabar baiknya, 2026 mulai kelihatan ramai. Eleceed, Dark Moon: The Blood Altar, dan beberapa judul lain sudah confirmed. Kesuksesan Solo Leveling membuka mata produser bahwa manhwa punya pasar global yang besar. Saya optimis dalam beberapa tahun ke depan kita bakal lihat gelombang baru adaptasi manhwa ke anime.

Untuk info lebih lengkap tentang upcoming anime dari manhwa, cek artikel ini di MyAnimeList.

Kesimpulan

Jadi intinya, kenapa banyak manhwa yang tidak diadaptasi jadi anime? Karena kombinasi dominasi Jepang, biaya tinggi, strategi Korea yang lebih ke drama, sampai format yang sulit diadaptasi. Tapi tren sedang berubah — kesuksesan Solo Leveling jadi pembuktian bahwa manhwa punya tempat di dunia anime. Buat kalian yang lagi nunggu judul favorit, sabar ya, sambil nikmati dulu versi webtoonnya. Siapa tahu tahun ini atau depan mimpi kita terkabul!

Bagaimana menurut kalian? Manhwa apa yang paling pengen kalian lihat jadi anime? Share di komentar!

Apa bedanya manhwa dan manga?

Manhwa adalah komik Korea yang biasanya digital, full color, dan format scrolling vertikal. Manga dari Jepang, kebanyakan hitam-putih, baca dari kanan ke kiri, dan terbit di majalah.

Manhwa apa saja yang sudah jadi anime?

Beberapa yang sukses: Solo Leveling, Tower of God, God of High School, Noblesse. Tahun 2026 ada Eleceed dan beberapa judul lain.

Kenapa Solo Leveling bisa diadaptasi tapi yang lain susah?

Hype globalnya sudah gila, budget besar dari A-1 Pictures, dan timing yang pas dengan tren action fantasy.

Apakah manhwa akan lebih banyak diadaptasi anime di masa depan?

Iya, tren menunjukkan peningkatan. Kesuksesan Solo Leveling membuka pintu, dan beberapa judul sudah confirmed untuk 2026-2027.

Rekomendasi manhwa populer tanpa anime?

Coba Omniscient Reader’s Viewpoint, The Greatest Estate Developer, Viral Hit, atau Eleceed (sebentar lagi ada anime).

Posting Komentar